A. Latar Belakang Masalah
Salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui
pendidikan, baik secara pendidikan formal, nonformal dan informal. Pendidikan
yang lebih banyak dirasakan seorang manusia dari lahir hingga mencapai tahap dewasa
adalah pendidikan informal dan nonformal tapi pendidikan yang membuat seoarang
manusia mengalami lingkungan sosial adalah pendidikan formal karena memiliki
jenjang yang akan memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan tingkat usia. suatu
kewajiban seorang manusia belajar dan untuk mendapatkan pendidikan
formal. Selanjutnya pendidikan pun harus dilangsungkan seumur
hidup.
Untuk mendapatkan pendidikan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat
tidak perlu dirisaukan hambatannya karena merupakan bagian dari kehidupan
sehari hari. Tetapi yang masih menjadi kendala adalah hak untuk mendapatkan
pendidikan dari lingkungan sekolah. Indonesia adalah sebuah negara berkembang
sehingga masih ada masyarakat yang dibawah garis hidup kemiskinan. untuk
menjalani pendidikan merupakan suatu hal yang tidak diutamakan. Sekolah
merupakan suatu hal yang sangat mahal yang dirasakan oleh masyarakat pada
lapisan tersebut.
Pemerintah pun dalam rangka menyelesaikan masalah tersebut menyelenggarakan
suatu program dengan nama Sekolah Gratis. Kebijakan tersebut merupakan
salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan program jangka menengah
untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan sasaran sebagai berikut:
· APK SMP/MTs= 98%; APK Perguruan Tinggi= 18%
· Memberi kesempatan yang sama pada seluruh peserta didik dari berbagai
golongan menurut kategori tingkat ekonomi, gender, wilayah, tingkat kemampuan
intelektual dan kondisifisik
· Memperluas daya tampung satuan pendidikan sesuai dengan prioritas nasional
· Penggunaan TIK untuk menjangkau daerah terpencil/sulitdijangkau.
Program
tersebut juga sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 yang menyatakan bahwa (1)
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan; (2) Setiap warga negara
wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3)
Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional
yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan
sekurang- kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja
negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi
kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; serta (5) Pemerintah memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Program pemerintah tersebut membawa angin segar bagi warga negara Indonesia
yang kurang mampu untuk mengikuti pendidikan disekolah. Memberi harapan untuk
tidak pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Namun dalam aplikasi pelaksanaan
peraturan yang diberlakukan memberi problema-problematik pendidikan meskipun
sisi lain menguntungkan salah satu pihak. Namun dari segi pihak penyelenggara sekolah,
siswa hingga paradigma masyarakat yang tidak melihat secara menyeluruh dan
bijak sehingga dapat mempengaruhi manajemen sekolah dan sikap yang dapat
mempengaruhi kualitas pendidikan.
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Sumber daya manusia sendiri adalah seluruh kemampuan atau potensi penduduk
yang berada di dalam suatu wilayah tertentu beserta karakteristik atau ciri
demografis, sosial maupun ekonominya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembangunan. Jadi membahas sumber daya manusia berarti membahas penduduk dengan
segala potensi atau kemampuannya. Potensi manusia menyangkut dua aspek yaitu
aspek kuantitas dan kualitas (M.M. Papayungan, 1995: 110).
Potensi manusia yang nantinya ditunjukkan dalam aspek yang salah satunya
adalah kualitas, hanya dapat dicapai dengan adanya pengembangan sumber daya
manusia. Hal tersebut diperlukan karena sumber daya manusia merupakan factor
yang paling mempengaruhi kehidupan. Kemampuan manusia untuk mempengaruhi
alamnya menunjukkan bahwa posisi SDM sangat sentral adanya.
Oleh karena itu, sumber daya manusia yang ada hendaklah dikembangkan
sedemikian rupa guna mencapai kesejahteraan. Pengembangan SDM ini amat
diperlukan karena memiliki aspek yang penting bagi peningkatan produktivitas
SDM dan juga memiliki tujuan-tujuan terntentu yang pastinya harus dicapai demi
kemajuan pembangunan suatu bangsa.
Makalah ini akan menunjukkan seperti apa pentingnya dan tujuan dari
pengembangan sumber daya manusia, agar sumber daya manusia yang ada terutama di
Indonesia tidak berjalan ditempat akan tetapi mengalami kemajuan dalam
pembangunan.
1.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari pengembangan sumber daya manusia?
2.
Seperti apakah pentingnya pengembangan sumber daya manusia?
3.
Apa saja tujuan dari pengembangan sumber daya manusia?
4.
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian dari pengembangan sumber daya manusia.
2.
Memahami pentingnya pengembangan sumber daya manusia.
3.
Memahami tujuan dari pengembangan sumber daya manusia.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
A. Pengertian Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber daya manusia berkaitan dengan tersedianya kesempatan
dan pengembangan belajar, membuat program-program training yang meliputi
perencanaan, penyelenggaraan, dan evaluasi atas program-program tersebut
(Armstrong, 1997:504)
Pengembangan sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai seperangkat
aktivitas yang sistematis dan terencana yang dirancang dalam memfasilitasi para
pegawainya dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan,
baik pada saat ini maupun masa yang akan datang (Harrish and Desimone, 1992:2)
Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu usaha yang terencana
dan berkelanjutan yang dilakukan oleh organisasi dalam meningkatkan kompetensi
pegawai dan kinerja organisasi melalui program-program pelatihan, pendidikan,
dan pengembangan (Mondy and Noe, 1990:270)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa pengembangan SDM
adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh organisasi dalam memfasilitasi
pegawai agar memiliki pengetahuan, keahlian, dan/ atau sikap yang dibutuhkan
dalam menangani pekerjaan saat ini atau yang akan datang. Aktivitas yang
dimaksud, tidak hanya pada aspek pendidikan dan pelatihan saja, akan
tetapi menyangkut aspek karier dan pengembangan organisasi. Dengan kata
lain,pengembangan sumber daya manusia berkaitan erat dengan upaya meningkatkan
pengetahuan, kemampuan, dan/ atau sikap anggota organisasi serta penyediaan
jalur karier yang didukung oleh fleksibilitas organisasi dalam memcapai tujuan
organisasi.
1.
B. Pentingnya
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan secara terencana dan
berkesinambungan. Agar pengembangan dapat dilaksanakan dengan baik, harus lebih
dahulu ditetapkan suatu program pengembangan sumber daya manusia.
Progam pengembangan sumber daya manusia hendaknya disusun secara cermat dan
didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada keterampilan yang
dibituhkan perusahaan saat ini maupun masa depan. Pengembangan haruslah
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual serta moral
sumber daya manusia supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang
optimal.
Pengembangan sumber daya manusia dirasa semakin penting manfaatnya karena
tuntutan jabatan atau pekerjaan, sebagai akibat kemajuan teknologi dan semakin
ketatnya persaingan diantara perusahaan yang sejenis.
Setiap sumber daya manusia yang ada di dalam suatu perusahaan (dunia kerja)
dituntut agar bekerja efektif, efisien kualitas dan kuantitas pekerjaannya baik
sehingga daya saing perusahaan semakin besar. Pengembangan ini dilakukan untuk
tujuan nonkarier maupun karier bagi sumber daya manusia melalui latihan dan
pendidikan.
Pimpinan dalam suatu perusahaan semakin menyadari bahwa sumber daya manusia
yang baru saja memasuki dunia kerja pada umumnya hanya memiliki kecakapan
teoritis saja dari bangku kuliah ataupun dari jenjang pendidikan yang baru saja
mereka tempuh. Jadi, pengembangan perlu dilakukan, karena untuk melatih dan
meningkatkan kemampuannya secara nyata untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya.
Pengembangan sumber daya manusia ini sangatlah penting dan membutuhkan dana yang
besar dalam pengusahaannya, akan tetapi dngan biaya yang besar tersebut hal ini
merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Karena denga hal ini, maka
sumber daya manusia yang ada akan terampil dan cakap, sehingga ketika mereka
menyelesaikan pekerjaannya (melakukan) maka mereka akan bekerja lebih efektif,
efisien, mengurangi pemborosan bahan baku dan peralatan maupun perlengkapan
lainnya akan lebih awet dalam pemeliharaannya. Hasil kerjanya pun akan lebih
baik yang akan berimbas pula pada meningkatnya daya saing perusahaan. Dengan
daya saing yang besar ini, maka akan dapat dipastikan bahwa perusahaan tersebut
nantinya akan memiliki peluang yang lebih baik agar mampu memperoleh laba yang
maksimal maupun tujuan yang telah ditetapkan pada awal akan tercapai secara
keseluruhan. Imbasnya bagi sumber daya manusia yang ada maka akan memdapatkan
penghargaan berupa gaji yang maksimal, sehingga dapat digunakan untuk sarana
memperbaiki diri dan juga penyemangat dalam bekerja.
Pengembangan sumber daya manusia sendiri juga dapat dibedakan menjadi dua.
Yakni pengembangan sumber daya manusia secara makro dan secara mikro.
Pengembangan sumber daya secara makro penting sekali dalam rangka mencapai
tujuan pembangunan secara efektif. Pengembangan sumber daya secara makro ini
bertumpu pada pengertian bahwa pengembangan sumber daya manusia yang terarah
dan terencana disertai pengelolaan yang baik akan dapat menghemat sumber daya
alam yang ada, atau setidaknya pengelolaan dan pemakaian sumber daya alam dapat
secara tepat guna. Karena SDM yang telah dikembangkan seemikian rupa, akan
memiliki skill yang cukup untuk memanfaatkan hasil alam secara berkelanjutan.
Yang kedua adalah pengembangan sumber daya manusia secara mikro.
Pengembangan sumber daya manusia secara mikro ini lebih menekankan pada
pengoptimalan hasil kerja yang maksimal dalam suatu perusahaan.
Baik secara makro maupun mikro, pengembangan sumber daya manusia jelaslah
menuju pada sasaran yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia yang
nantinya akan bermuara pada pembangunan bangsa. Dalam pembangunan suatu bangsa
memerlukan aspek pokok yang disebut dengan sumber daya (resources) baik SDA
atau Natural resources maupun SDM atau human resources. Kedua sumber daya ini
sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Namun untuk
mendukung suatu pembangunan, SDM adalah yang terpenting , karena jika sebuah
negara memiliki suatu SDM yang terampil dan berkualitas maka ia akan mampu
mengelola SDA yang jumlahnya terbatas.
Untuk Negara-negara berkembang, dimana terdapat “Labour Surplus Economy”
artinya modal pembangunan tak dapat dituangkan hanya pada tersedianya atau
kemungkinan tersedianya dana investasi.Pembanguan tersebut akan terlalu mahal
dan juga akan mengalami hambatan apabila sesuatu waktu sumber investasi menjadi
terbatas, baik yang berasal dari pemerintah maupun dari masyarakat. Selain itu
jumlah SDM yang besar hendaknya dijadikan sebagai keunggulan karena jumlah
penduduk yang besar apabila dapat dikembangkan sebagai tenaga kerja yang
efektif akan merupakan modal pembangunan yang besar yang sangat menguntungkan
bagi usaha – usaha disegala bidang.
Pentingnya pengembangan sumber daya manusia ini juga dapat diklasifikasikan
menurut manfaatnya bagi masing-masing subjek yang ada, yakni bagi indivudu
selaku tenaga kerja, perusahaan, dan untuk personal, hubungan manusia, dan
pelaksanaan kebijakan.
1.
Manfaat untuk individu selaku tenaga kerja
2.
Membantu individu selaku tenaga kerja dalam mengambil keputusan yang lebih
baik dan pemecahan yang efektif.
3.
Melalui pengembangan SDM, peubah motivasi dari pengakuan, prestasi,
pertumbuhan, tanggung jawab, dan kemajuan diinternalisasikan dan dilaksanakan.
4.
Membnatu dalamm mendorong dan mencapai pengembangan dan kepercayaan diri.
5.
Membantu seseorang dalam mengatasi stress, tensi, kekecewaan, dan konflik.
6.
Menyediakan informasi untuk memperbaiki pengetahuan kepemimpinan,
ketrampilan berkomunikasi, dan sikap.
7.
Meningkatkan pemberian pengakuan dan perasaan kepuasan pekerjaan.
8.
Mengarahkan seseorang pada tujuan personal sambil memperbaiki keterapilan
berinteraksi.
9.
Memuaskan kebutuhan personal bagi karyawan
10.
Mengembankan jiwa untuk terus mau belajar
11.
Membantu seseorang dalam mengembangkan keterampilan berbicara dan
mendengarkan juga kemampuan menulis.
12.
Membantu mengurangi rasa takut dan khawatir dalam mencoba melakukan tugas
baru.
13.
Manfaat untuk perusahaan
14.
Mengarahkan kemampulabaan dan atau lebih bersikap positif terhadap
orientasi pada keuntungan
15.
Memperbaiki pengetahuan dan keterampilan pada semua tingkat perusahaan
16.
Memperbaiki moral pekerja
17.
Membantu orang mengidentifikasi tujuan perusahaan
18.
Membantu menciptakan citra perusahaan yang lebih baik
19.
Membantu perkembangan kebenaran, keterbukaan, dan kepercayaan.
20.
Memperbaiki hubungan antara atasan dan bawahan
21.
Membantu pengembangan perusahaan
22.
Belajar dari karyawan yang dilatih
23.
Membantu dalam mempersiapkan petunjuk pekerjaan
24.
Membantu dalam memahami dan melaksanakan kebijakan perusahaan
25.
Menyediakan informasi untuk kebutuhan masa depan dalam semua segi di
perusahaan
26.
Perusahaan mendapat keputusan yang lebih efektif dalam pemecahan masalah
27.
Membantu dalam pengembangan promosi dari dalam perusahaan
28.
Membantu dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan, motivasi, loyalitas,
sikap yang lebih baik, dan aspek-aspek lainnya yang menampilkan pekerja dan manajer
yang sukses
29.
Membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kulaitas kerja.
30.
Membantu agar terjadi penurunan biaya dalam banyak aspek, seperti produksi,
personalia, administrasi, dan sebagainya
31.
Mengembangkan rasa tanggung jawab sejalan dengan kompetensi dan kemampuan
dalam pengetahuan.
32.
Memperbaiki hubungan antara pekerja dan manajemen.
33.
Mengurangi biaya konsultasi dari pihak luar dengan memanfaatkan konsultan
internal yang kompeten
34.
Menstimuli pengelolaan pencegahan terjadinya banyak pemecatan
35.
Mengurangi perilaku suboptimal, seperti menyembunyikan alat.
36.
Menciptakan iklim yang tepat untuk pertumbuhan dan komunikasi.
37.
Membantu dalam perbaikan komunikasi organisasi perusahaan .
38.
Membantu karyawan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada
39.
Membantu dalam mengatasi konflik dan juga mencegah setres dan tensi
40.
Manfaat Untuk Personal, Hubungan Manusia, dan Pelaksanaan Kebijakan
41.
Memperbaii komunikasi antara kelompok dan individual
42.
Membantu dalam orientasi untuk karyawan baru dan mendapatkan pekerjaan baru
melalui pengalihan dan atau promosi
43.
Menyediakan informasi tentang kesempatan yang sama dan kegiatanyan
disepakati
44.
Menyediakan informasi tentang hokum pemerintah yang berlaku dan kebijakan
administrasi
45.
Memperbaiki keterampilan hubungan lintas personal.
46.
Membuat kebijakan, aturan, dan regulasi perusahaan yang dapat dilaksanakan
47.
Memperbaiki moral membangun kepanduan gerak
48.
Menyediakan lingkungan yang baik untuk belajar, berkembang, dan
koordinasi
49.
Membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan hidup
1.
C. Tujuan Pengembangan Sumber
Daya Manusia
Secara umum tujuan pengembangan SDM adalah untuk memastikan bahwa
organisasi mempunyai orang orang yang berkualitas untuk mencapai tujuan
organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan (Armstrong, 1997:507).
Tujuan tersebut di atas dapat dicapai dengan memastikan bahwa setiap orang
dalam organisasi mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam mencapai tingkat
kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaaan mereka secara efektif.
Selain itu perlu pula diperhatikan bahwa dalam upaya pengembangan SDM ini,
kinerja individual dan kelompok adalah subyek untuk peningkatan yang
berkelanjuktan dan bahwa orang-orang dalam organisasi dikembangkan dalam cara
yang sesuia untuk memaksimalkan potensi serta promosi mereka.
Secara rinci tujuan pengembangan SDM dapat diuraikan sebagai berikut
1.
Meningkatkan Produktivitas Kerja
Dengan pengembangan, produktivitas kerja karyawan akan meningkat, kualitas
dan kuantitas produksi semakin baik, karena technical skill, human skill, dan
managerial skill karyawan yang semakin baik.
1.
Mencapai Efisiensi
Pengembangan SDM bertujuan untuk meningkatkan efisiensi tenaga, waktu,
bahan baku, dan mengurangi ausnya mesin-mesin. Pemborosan berkurang, biaya
produksi relative kecil sehingga daya saing perusahaan semakin besar.
1.
Meminimalisir Kerusakan
Pengembangan SDM bertujuan untuk mengurangi kerusakan barang, produksi, dan
mesin-mesin karena karyawan semakin ahli dan terampil dalam melaksanakan
pekerjaannya
1.
Mengurangi Kecelakaan
Pengembangan bertujuan untuk mengurangi tingkat kecelakaan karyawan,
sehingga jumlah biaya pengobatan yang dikeluarkan perusahaan berkurang.
1.
Meningkatkan Pelayanan
Pengembangan bertujuan untuk meningkatkan pelaayanan yang lebih baik dari
SDM kepada nasabah perusahaan, karena pemberian pelayanan yang baik merupakan
daya penarik yang sangat penting bagi rekana-rekanan perusahaan bersangkutan.
1.
Memelihara Moral Pegawai
Dengan pengembangan moral SDM akan lebih baik karena keahlian dan
keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehinggamereka antusias untuk
menyelesaikan pekerjaanya dengan baik.
1.
Meningkatkan Peluang Karier
Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karier karyawan semakin
besar, karena keahlian, keterampilan, dan prestasi kerjanya lebih baik. Promosi
ilmiah biasanya didasarkan kepada keahlian dan prestasi kerja seseorang.
1.
Meningkatkan Kemampuan Konseptual
Dengan pengembangan, SDM semakin cakap dan cepat dalam memgambil keputusan
yang lebih baik, karena technical skill, human skill, dan managerial skill nya
lebih baik
1.
Meningkatkan Kepemimpinan
Dengan pengembangan, kepemimpinan seorang manager akan lebih baik, human
relationsnya lebih luwes, motivasinya lebih terararh sehingga pembinaan
kerjasama vertical dan horizontal semakin harmonis
1.
Peningkatan Balas jasa
Dengan pengembangan, balas jasa (gaji, upah insentif, dan benefits) SDM
akan meningkat karena prestasi kerja mereka semakin besar.
1.
Peningkatan Pelayana Kepada Konsumen
Pengembangan SDM akan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat konsumen
karena mereka akan memperioleh barang atau jasa yang lebih bermutu. (Malayu
Hasibuan,2000:70-72)
1.
Meningkatkan penghayatan jiwa dan ideology
2.
Meningkatkan ketetapan perencanaan SDM
3.
Meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara maksimal
4.
Meningkatkan perkembangan pegawai (AA Anwar Prabu Mangkunegara, 2000:45)
Menurut Schuler dalam buku yang ditulis oleh Sondang P Siagian tahun 2008
halaman 124 tujuan dari kegiatan pengembangan SDM adalah
1.
Mengurangi dan menghilangkan kinerja yang buruk
Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat
ini, yag dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditunjukkan untuk
dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh organisasi.
1.
Meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja
Dengan semakin banyaknya keterampilan yang dimiliki pegawai, maka akan
lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya
perubahan yang terjadi dilingkungan organisasi. Misalnya, bila organisasi
memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, maka organisasi tidak perlu
lagi menambah pegawai yang baru oleh karena pegawai yang dimiliki sudah cukup
memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.
1.
Meningkatkan komitmen karyawan
Dengan melalui kegiatan pengembangan, pegawai diharapkan akan memiliki
persepsi yang baik tentang organisasi yang secara tidak langsung akan
meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk
menampilkan kinerja yang baik.
1.
Mengurangi turn over dan absensi
Bahwa dengan semakin besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan
memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turn over absensi. Dengan
demikian juga berarti meningkatkan produktivitas organisasi.
BAB III
PENUTUP
1.
A. Kesimpulan
Pengembangan SDM adalah segala aktivitas yang dilakukan oleh organisasi
dalam memfasilitasi pegawai agar memiliki pengetahuan, keahlian, dan/ atau
sikap yang dibutuhkan dalam menangani pekerjaan saat ini atau yang akan datang
Progam pengembangan sumber daya manusia hendaknya disusun secara cermat dan
didasarkan kepada metode-metode ilmiah serta berpedoman pada keterampilan yang
dibituhkan perusahaan saat ini maupun masa depan. Pengembangan haruslah
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual serta moral
sumber daya manusia supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang
optimal.
Pentingnya pengembangan sumber daya manusia ini juga dapat diklasifikasikan
menurut manfaatnya bagi masing-masing subjek yang ada, yakni bagi indivudu selaku
tenaga kerja, perusahaan, dan untuk personal, hubungan manusia, dan pelaksanaan
kebijakan.
Secara umum tujuan pengembangan SDM adalah untuk memastikan bahwa
organisasi mempunyai orang orang yang berkualitas untuk mencapai tujuan
organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan (Armstrong, 1997:507).
Secara rinci tujuan pengembangan SDM dapat diuraikan menjadi beberapa tujuan
yakni meningkatkan produktivitas kerja, mencapai efisiensi, meminimalisir
kerusakan, mengurangi kecelakaan, meningkatkan pelayanan, memelihara moral
pegawai, meningkatkan peluang karier, meningkatkan kemampuan konseptual,
meningkatkan kepemimpinan, peningkatan balas jasa, peningkatan pelayana kepada
konsumen, meningkatkan penghayatan jiwa dan ideology, meningkatkan ketetapan perencanaan
SDM, meningkatkan rangsangan agar pegawai mampu berprestasi secara maksimal,
meningkatkan perkembangan pegawai, mengurangi dan menghilangkan kinerja yang
buruk, meningkatkan fleksibilitas dari angkatan kerja, meningkatkan komitmen
karyawan, mengurangi turn over dan absensi
No comments:
Post a Comment